Percepat Perbaikan Desil, Dinsos Kabupaten Kediri Berikan Pembekalan Teknis Bagi Operator Desa – Pojokberita.info
Dinas Sosial Kabupaten Kediri memberikan pembekalan teknis aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Kementerian Sosial. Kegiatan yang melibatkan petugas operator di desa ini fokus mengenai mekanisme perbaikan desil.
Upaya ini dilakukan menindaklanjuti arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menyikapi banyaknya aduan terkait tingkat desil yang tidak sesuai dengan kondisi kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Subur Widono menyampaikan, desil atau peringkat kesejahteraan masyarakat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) ini menjadi acuan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) supaya tepat sasaran.
Semenjak sosialisasi dilakukan, diakui banyak warga yang berbondong-bondong mengurus pembaharuan desil. Hingga September 2026 ini, tercatat sudah ada 24.905 warga Kabupaten Kediri datang ke desa melakukan pengurusan perbaikan desil.
“Petugas operator yang ada di desa ini menjadi garda depan, melalui aplikasi SIKS-NG ini mereka dapat mengusulkan pembaruan desil sesuai kondisi riil warga,” katanya ditemui disela kegiatan di Gedung Bagawanta Bhari Senin (28/9/2026).
Selain petugas operator desa, kegiatan tersebut juga diikuti pendamping PKH, Kasi Kesejahteraan Sosial serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan. Turut menjadi narasumber dalam kegiatan ini dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri.
Menurut Subur, selain terkait desil, ada pula kasus warga yang dihentikan sebagai penerima bansos karena terindikasi atau terafiliasi judi online. Setidaknya, di Kabupaten Kediri berdasarkan data yang dimiliki ada 6.245 penerima bansos yang dihentikan.
Pun begitu, bagi mereka yang merasa tidak terlibat judi online dan namanya dicoret dari data penerima bansos dapat melakukan sanggahan atau klarifikasi.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Subur, peserta juga diberikan pembekalan mengenai mekanisme pengusulan ulang bagi warga yang sebelumnya dihentikan sebagai penerima bansos.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap data kemiskinan yang ada sesuai kondisi riil masyarakat dan nantinya penyaluran program bantuan sosial dari pemerintah dapat tepat sasaran,” tegasnya.




